Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2012

baru dapet servican laptop acer 4741. langsung deh download manual servicenya :

indikasi kerusakan :

cuman ada logo win 7 doang gak pernah masuk2

disekitar kipas dan pembuangan panas banget

kayaknya sih pendingin dan kipas hanya perlu dibersihkan. Jadi hanya perlu panduan untuk bongkar2 ya.

ini laptopnya kayak gini :

download manual service laptop 4741 Acer :

http://www.ziddu.com/download/18728581/Aspire4741.pdf.html

Dan akhirnya setelah dibongkar sana-sini ternyata hardisk nya banyak sekali yg bad sector semalemen pake program hdd regenerator tetep aja tuh hardisk eror buat sistem. Jadi ganti hardisk aja bu , maaf ya bu apalagi sekarang lagi mahal bgt……….

Read Full Post »

Tahan Banting dengan Tradisi Keilmuan dan Bazari

BAGAIMANA Iran ke depan? Mengapa setelah lebih dari 30 tahun diisolasi dan diembargo Amerika Serikat, Iran tidak kolaps seperti Burma, Korut, atau Kuba? Banyak faktor yang melatarbelakanginya. Pertama, saat mulai diisolasi dulu, kondisi Iran sudah cukup maju. Kedua, tradisi keilmuan bangsa Iran termasuk yang terbaik di dunia. Ketiga, Iran penghasil minyak dan gas yang sangat besar. Keempat, jumlah penduduk Iran cukup besar untuk bisa mengembangkan ekonomi domestik. Kelima, tradisi dagang masyarakat Iran sudah terkenal dengan golongan bazarinya. Tradisi dagang itu tidak mudah dikalahkan. Pedagang selalu bisa berkelit dari kesulitan. Ini berbeda dengan tradisi agraris. Seperti Tiongkok, meski 60 tahun dikungkung oleh komunisme Mao Zedong yang kaku, penduduknya tetap tidak lupa kebiasaan berdagang. Demikian juga warga Iran. Ini terbukti sampai sekarang.

Setelah lebih dari 20 tahun diisolasi pun sektor jasa masih menyumbang sampai 40 persen GDP negara itu. Penduduk Iran yang 75 juta orang juga menjadi kekuatan ekonomi tersendiri. Apalagi, saat mulai diisolasi oleh Amerika pada 80-an, kondisi Iran sudah tidak tergolong negara miskin. Kelas menengah di Iran sangat dominan. Inilah faktor yang dulu membuat revolusi Islam Iran pada 1979 berhasil menumbangkan diktator Syah Pahlevi Keberhasilan itu disebabkan masyarakat Iran didominasi kaum bazari. Pedagang kelas menengah. Yakni, bukan konglomerat yang ketakutan ditebas penguasa, dan bukan pedagang kecil yang takut kehilangan tempat bergantung. Belum lagi kekayaan alamnya. Iran adalah negara kedua terbesar penghasil minyak dan gas alam. Bukan hanya memiliki cadangan besar, tapi juga mampu melakukan drilling dan pengolahan sendiri.

Tidak ada lagi ketergantungan akan teknologi drilling dan pengolahan. Salah satu sumber gasnya, yang baru saja ditemukan, akan membuat negara itu kian berkibar. Di lepas pantainya, di Teluk Parsi, ditemukan ladang gas terbesar di dunia. Ladang itu setengahnya berada di wilayah Qatar dan setengahnya lagi di wilayah Iran. Pada 1999 lalu Qatar sudah berhasil menyedot gas bawah laut itu dari wilayah Qatar. Kalau Iran tidak menyedotnya dari wilayah Iran, tentu semua gas itu akan disedot Qatar. Karena itu, Iran juga bergegas menyedotnya dari sisi timur. Pada 2003 lalu Iran sudah berhasil menyedot gas itu dan akan terus meningkatkan sedotannya. ”Tiga tahun lagi kemampuan Iran menyedot gas itu sudah sama dengan Qatar,” ujar CEO perusahaan gas di sana. Untuk menggambarkan seberapa besar potensi gas itu, ada baiknya dikutip kata-kata CEO yang saya temui di atas. ”Seluruh gas Iran di situ harganya USD 12 triliun,” katanya. Ini sama dengan 12 kali seluruh kekuatan ekonomi Indonesia yang USD 1 triliun saat ini. ”Kalau diambil dalam skala seperti sekarang, gas itu baru akan habis dalam 200 tahun,” tambahnya. Gas itu letaknya memang 3.000 meter di bawah laut, namun dalamnya laut sendiri hanya 50 meter.

Secara teknis ini jauh lebih mudah pengambilan gasnya daripada, misalnya, gas bawah laut Indonesia di Masela, di laut Maluku Tenggara. Memang masih ada kendala ekonomi yang mendasar. Defisit anggaran masih menghantui, subsidi masih besar, laju inflasi masih tinggi, dan akses perdagangannya masih terjepit oleh sanksi Amerika. Inflasi yang tinggi itu akibat naiknya harga bahan makanan, gas, dan BBM. Bahkan, akibat inflasi itu Iran harus mencetak mata uang dengan pecahan lebih besar daripada rupiah. Kalau pecahan rupiah paling besar Rp 100.000, real Iran terbesar adalah 500.000 real (1 real hampir sama dengan Rp 1). Bahkan, ada juga real lembaran 1.000.000 meski penggunaannya hanya di lingkungan terbatas. Seperti Indonesia, Iran juga berencana menghapus empat nol di belakang real yang terlalu panjang itu. Hanya, penghapusan nol tersebut baru dilakukan setelah inflasinya stabil kelak. Itulah sebabnya, pemerintah Iran kini mati-matian memperbaiki fondasi ekonominya. Tahun lalu parlemen Iran sudah menyetujui dilaksanakannya ”reformasi ekonomi”. Sebuah reformasi yang sangat penting dan mendasar.

Inti reformasi itu adalah menjadikan ekonomi Iran sebagai ”ekonomi pasar”. Artinya, harga-harga harus ditentukan oleh pasar. Tidak boleh lagi ada subsidi. Reformasi ekonomi itu ditargetkan harus berhasil dalam lima tahun ke depan. Begitu pentingnya reformasi untuk meletakkan dasar-dasar ekonomi Iran itu, sampaisampai Presiden Ahmadinejad berani mengambil risiko dihujat dan dibenci rakyatnya dua tahun terakhir ini. Subsidi pun dia hapus. Hargaharga merangkak naik. Ahmadinejad tidak takut tidak populer karena ini memang sudah masa jabatannya yang kedua, yang tidak mungkin bisa maju lagi menjadi presiden. Bahwa kini Iran memilih jalan ekonomi pasar sungguh mengejutkan. Alasannya pun ”sangat ekonomi”: untuk meningkatkan produktivitas nasional dan keadilan sosial. Subsidi (subsidi BBM tahun lalu mencapai USD 84 juta), menurut pemerintah, lebih banyak jatuh kepada orang kaya. Karena itu, daripada anggaran dialokasikan untuk subsidi, lebih baik langsung diarahkan untuk golongan yang berhak. Pemikiran reformasi ekonomi seperti itulah yang tidak ada di negara-negara lain yang diisolasi Amerika Serikat. Inilah juga faktor yang membuat Iran tidak akan tertinggal seperti Burma, Kuba, atau Libya. Dengan bendera sebagai negara Islam pun Iran tetap menjunjung tinggi ilmu ekonomi yang benar.

Tradisi keilmuan di Iran, termasuk ilmu ekonomi, memang sudah tinggi sejak zaman awal peradaban. Inilah salah satu bangsa tertua di dunia dengan peradaban Arya yang tinggi. Dalam situasi terjepit sekarang pun, tradisi keilmuan itu tetap menonjol. Iran kini tercatat sebagai satu di antara 15 negara yang mampu mengembangkan nanoteknologi. Iran juga termasuk 10 negara yang mampu membuat dan meluncurkan sendiri roket luar angkasa. Di bidang rekayasa kesehatan, Iran juga menonjol: teknologi stemcell, kloning, dan jantung buatan sudah sangat dikenal di dunia. Bahkan, untuk stemcell Iran masuk 10 besar dunia. Tidak heran kalau Iran juga tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi perminyakan, pembangkit listrik, dan otomotif. Jangankan jenis teknologi itu, nuklir pun Iran sudah bisa membuatnya, lengkap dengan kemampuan memproduksi uranium hexaflourade yang selama ini hanya dimiliki enam negara. AS kelihatannya berhasil membuat Burma, Korut, Kuba, dan Libya menderita dengan embargonya.

Tapi, tidak untuk Iran. Ke depan posisi Iran justru kian baik, antara lain karena ”dibantu” oleh Amerika Serikat sendiri. Sudah lama Iran ingin menumbangkan Saddam Husein di Iraq, namun selalu gagal. Perang Iran-Iraq yang sampai delapan tahun pun tidak berhasil mengalahkan Saddam Husein. Iran tidak menyangka bahwa Saddam dengan mudah ditumbangkan AS. Dengan tumbangnya Saddam Husein, Iraq kini dikuasai para pemimpin yang hati mereka memihak Iran. Banyak pemimpin Iraq saat ini adalah mereka yang di masa Saddam dulu terusir ke luar negeri dan mereka bersembunyi di Iran. Bahkan, saat terjadi perang Iran-Iraq dulu, mereka ikut angkat senjata bersama tentara Iran menyerbu Iraq. Demokrasi yang diperjuangkan AS di Iraq telah membuat golongan mayoritas berkuasa di Iraq. Padahal, mayoritas rakyat Iraq adalah Islam Syiah. Golongan Sunni hanya 40 persen, itu pun tidak utuh.

Yang separo adalah keturunan Arab, sedangkan separo lagi keturunan Kurdi. Ada kecenderungan keturunan Kurdi memilih berkoalisi dengan Syiah. Padahal, yang golongan Arab itu pun masih juga terpecah-pecah ke dalam berbagai kabilah. Saddam Husein, misalnya, datang dari suku Tikrit yang jumlahnya hanya sekitar 10 persen dari penduduk Iraq. Dengan gambaran seperti itu, masa depan hubungan Iran dan Iraq tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menjadi amat mesra. Waktu yang tepat itu adalah ini: mundurnya AS 100 persen dari Iraq. Dan itu tidak akan lama lagi. Pekan lalu pemimpin Iraq sudah mengatakan, ”Iraq hanya perlu bantuan militer untuk menjaga perbatasan, bukan untuk urusan dalam negeri.” Maka tidak lama lagi Iraq akan menjadi ”negara ketiga” yang akan mengalirkan barang dari dan ke Iran. Kalau ini terjadi, masih ada gunanyakah Iran diisolasi?

SUMBER : http://www.indopos.co.id/index.php/index-catatan-dahlan-iskan/11204-ke-iran-setelah-30-tahun-diembargo-amerika-3-habis.html

Read Full Post »

Tak Banyak Pencakar Langit dan Tak Ada Gubuk Kumuh

KAMI mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, menjelang waktu salat Jumat. Maka, saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara itu. Dari atas terlihat bandara tersebut seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang mahaluas. Tapi, setidaknya pasti ada masjid di bandara itu. Memang ada masjid di bandara itu, tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan, di kota sebesar Teheran, ibu kota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat. Itu pun bukan di masjid, tapi di Universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam.

Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi, jaraknya lebih jauh lagi. Di negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat di setiap kota besar. ’’Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?’’ tanya saya. ’’Tidak ada. Kalau kita mau Jumatan, harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,’’ katanya. Salat Jumat ternyata memang tidak wajib di negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan salat Duhur Jadi, siapa pun yang salat Jumat tetap harus salat duhur. Karena Jumat adalah hari libur, saya tidak dijadwalkan rapat atau meninjau proyek. Maka, waktu setengah hari itu saya manfaatkan untuk ke kota suci Qum. Jalan tolnya tidak terlalu mulus, tapi sangat OK: enam jalur dan tarifnya hanya Rp 4.000. Tarif itu kelihatannya memang hanya dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan. Sepanjang perjalanan ke Qum tidak terlihat apa pun.

Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya gurun, gunung tandus, dan jaringan listrik. Saya bayangkan alangkah enaknya membangun SUTET (saluran udara tegangan ekstratinggi) di Iran. Tidak ada urusan dengan penduduk. Alangkah kecilnya gangguan listrik karena tidak ada jaringan yang terkena pohon. Pohon begitu langka di sini. Begitu juga letak kota suci Qum. Kota ini seperti berada di tengah-tengah padang yang tandus. Karena itu, bangunan masjidnya yang amat besar, yang berada dalam satu kompleks dengan madrasah yang juga besar, kelihatan sekali menonjol sejak dari jauh. Tujuan utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di kalangan umat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusat mullah. Demokrasi di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya dipilih secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang dipegang Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden (tidak harus dari partai), tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama. Tapi, sang imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh sebuah lembaga yang beranggota 85 mullah. Setiap mullah itu pun dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.

Dalam praktik sehari-hari, ternyata tidak seseram yang kita bayangkan. Amat jarang lembaga keagamaan itu mengintervensi pemerintah. ’’Dalam lima tahun terakhir, kami belum pernah mendengar campur tangan mullah ke pemerintah,’’ ujar seorang CEO perusahaan besar di Teheran. Saya memang kaget melihat kehidupan sehari-hari di Iran, termasuk di kota suci Qum. Banyak sekali wanita yang mengendarai mobil. Tidak seperti di negara-negara di jazirah Arab yang wanitanya dilarang mengendarai mobil. Bahkan, orang Iran menilai negara yang melarang wanita mengendarai mobil dan melarang wanita memilih dalam pemilu bukanlah negara yang bisa menyebut dirinya negara Islam. Dan lihatlah cara wanita Iran berpakaian. Termasuk di kota suci Qum. Memang, semua wanita diwajibkan mengenakan kerudung (termasuk wanita asing), tapi ya tidak lebih dari kerudung itu. Bukan jilbab, apalagi burqa.

Kerudung itu menutup rapi kepala, tapi boleh menyisakan bagian depan rambut mereka. Maka, siapa pun bisa melihat mode bagian depan rambut wanita Iran. Ada yang dibuat modis sedikit keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat modis dengan cara mewarnai rambut mereka. Ada yang blonde, ada pula yang kemerah- merahan. Bagaimana baju mereka? Pakaian atas wanita Iran umumnya juga sangat modis. Baju panjang sebatas lutut atau sampai ke mata kaki. Pakaian bawahnya hampir 100 persen celana panjang yang cukup ketat. Ada yang terbuat dari kain biasa, tapi banyak juga yang celana jins. Dengan tampilan pakaian seperti itu, ditambah dengan tubuh mereka yang umumnya langsing, wanita Iran terlihat sangat modis. Apalagi, seperti kata orang Iran, di antara sepuluh wanita Iran, yang cantik ada sebelas! Sedikit sekali saya melihat wanita Iran yang memakai burqa, itu pun tidak ada yang sampai menutup wajah. Sampai di kota Qum, sembahyang Jumatnya memang sudah selesai.

Ribuan orang bubaran keluar dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu 15. Setelah salat Duhur, saya ikut ziarah ke makam Fatimah yang dikunjungi ribuan jamaah itu. Makam itu berada di dalam masjid sehingga suasananya mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di Masjid Nabawi. Apalagi, banyak juga orang yang kemudian salat dan membaca Alquran di dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah. Yang juga menarik adalah strata sosialnya. Kota Metropolitan Teheran berpenduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabek-nya. Tetapi, tidak terlihat ada keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang, Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik seperti Jalan Thamrin-Sudirman, namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak gedung pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan kumuh.

Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang terlihat mewah, tetapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin. Teheran bukan kota yang sangat bersih, tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy mewah, apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil kelas 600 hingga 1.000 cc. Lebih dari 90 persen mobil yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 hingga 2.000 cc. Saya tidak melihat ada mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya juga sama sekali tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak ada yang berpakaian merangsang. Orangnya ratarata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap maupun kata-kata. Pemerataan pembangunan terasa sekali berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99 persen rumah di Iran menikmati listrik –untuk tidak menyebutkan 100 persen. Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di bagian tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf!

Sumber : http://www.indopos.co.id/index.php/index-catatan-dahlan-iskan/11140-ke-iran-setelah-30-tahun-diembargo-amerika-2.html

Read Full Post »

Kuasai Teknologi Pembangkit Canggih saat Kepepet

BARU sekali ini saya ke Iran. Kalau saja PLN tidak mengalami kesulitan mendapatkan gas dari dalam negeri, barangkali tidak akan ada pikiran untuk melihat kemungkinan mengimpor gas dari Negara Para Mullah ini. Sudah setahun lebih PLN berjuang untuk mendapatkan gas dari negeri sendiri. Tapi, hasilnya malah sebaliknya. Jatah gas PLN justru diturunkan terus-menerus.

Kalau awal 2010 PLN masih mendapatkan jatah gas 1.100 MMSCFD (million metric standard cubic feet per day atau juta standar metrik kaki kubik per hari), saat tulisan ini dibuat justru tinggal 900 MMSCFD. Perjuangan untuk mendapatkan tambahan gas yang semula menunjukkan tanda-tanda berhasil belakangan redup kembali.

Gas memang sulit diraba sehingga tidak bisa terlihat ke mana larinya. Bisa jadi gas itu akan berbelok-belok dulu entah ke mana, baru dari sana dijual ke PLN dengan harga yang sudah berbeda. Padahal, PLN memerlukan 1,5 juta MMSCFD gas. Kalau saja PLN bisa mendapatkan gas sebanyak itu, penghematannya bisa mencapai Rp 15 triliun setiap tahun. Angka penghematan yang mestinya menggiurkan siapa pun.

Maka, saya memutuskan ke Iran. Apalagi, upaya mengatasi krisis listrik sudah berhasil dan menuntaskan daftar tunggu yang panjang itu pasti bisa selesai bulan depan Kini waktunya perjuangan mendapatkan gas ditingkatkan. Termasuk, apa boleh buat, ke negara yang sudah sejak 1980- an diisolasi oleh Amerika Serikat dan sekutu- sekutunya itu. Siapa tahu ada harapan untuk menyelesaikan persoalan pokok PLN sekarang ini: efisiensi. Sumber pemborosan terbesar PLN adalah banyaknya pembangkit listrik yang ’’salah makan’’.

Sekitar 5.000 MW pembangkit yang seharusnya diberi makan gas sudah puluhan tahun diberi makan minyak solar yang amat mahal. Salah makan itulah yang membuat kembung perut PLN selama ini. Kebetulan Iran memang sedang memasarkan gas dalam bentuk cair (LNG). Iran sedang membangun proyek LNG besarbesaran di kota Asaleuyah di pantai Teluk Parsi. Saya ingin tahu benarkah proyek itu bisa jadi? Bukankah Iran sudah 30 tahun lebih dimusuhi dan diisolasi secara ekonomi oleh Amerika Serikat dan sekutu- sekutunya dari seluruh dunia? Bukankah begitu banyak yang meragukan Iran bisa mendapatkan teknologi tinggi untuk membangun proyek LNG besar-besaran? Saya pun terbang ke Asaleuyah, dua jam penerbangan dari Teheran.

Meski Asaleuyah kota kecil, ternyata banyak sekali penerbangan ke kota yang hanya dipisahkan oleh laut 600 km dari Qatar itu. Bandaranya kecil, tapi cukup baik. Masih baru dan statusnya internasional. Pesawat-pesawat lokal, seperti Aseman Air, terbang ke sana. Itulah kota yang memang baru saja berkembang dengan pesatnya. Iran memang menjadikan kota Asaleuyah sebagai pusat industri minyak, gas, dan petrokimia. Beratus-ratus hektare tanah di sepanjang pantai itu kini penuh dengan rangkaian pipa-pipa kilang minyak, kilang petrokimia, dan instalasi pembuatan LNG. Saya heran bagaimana Iran bisa mendapatkan semua teknologi itu pada saat Iran sedang diisolasi oleh dunia Barat. Memang terasa jalannya proyek tidak bisa cepat, tapi sebagian besar sudah jadi.

Kilang minyaknya, kilang petrokimianya, kilang etanolnya sudah beroperasi dalam skala yang raksasa. Hanya kilang LNG-nya yang masih dalam pembangunan dan kelihatannya akan selesai dua tahun lagi. Memang, kalau saja Iran tidak diembargo, proyek-proyek itu pasti bisa lebih cepat. Namun, Iran tidak menyerah. Iran membuat sendiri banyak teknologi yang dibutuhkan di situ. Hanya bagian-bagian tertentu yang masih dia datangkan dari luar. Entah dengan cara apa dan entah lewat mana. Yang jelas, barang-barang itu bisa ada. Orang, kalau kepepet, biasanya memang banyak akalnya. Asal tidak mudah menyerah.Demikian juga, Iran.

Bahkan, untuk memenuhi keperluan listrik untuk industri petrokimia itu, Iran akhirnya bisa membuat pembangkit sendiri. Termasuk bisa membuat bagian yang paling sulit di pembangkit listrik: turbin. Maka, Iran kini sudah berhasil menguasai teknologi pembangkit listrik tenaga gas, baik open cycle maupun combine cycle. Kemampuan membuat pembangkit listrik itu pun semula agak saya ragukan. Belum pernah terdengar ada negara Islam yang mampu membuat pembangkit listrik secara utuh. Karena itu, setelah meninjau proyek LNG, saya minta diantar ke pabrik turbin itu. Saya ingin melihat sendiri bagaimana Iran dipaksa keadaan untuk mengatasi sendiri kesulitan teknologinya.

Ternyata benar. Pabrik turbin itu sangat besar. Bukan hanya bisa merangkai, tetapi juga membuat keseluruhannya. Bahkan, sudah mampu membuat blade-blade turbin sendiri. Termasuk mampu menguasai teknologi coating blade yang bisa meningkatkan efisiensi turbin. Baru sepuluh tahun Iran menekuni alih teknologi pembangkit listrik itu. Sekarang Iran sudah memproduksi 225 unit turbin dari berbagai ukuran. Mulai 25 MW hingga 167 MW. Bahkan, Iran sudah mulai mengekspor turbin ke Lebanon, Syria, dan Iraq. Bulan depan sudah pula mengekspor suku cadang turbin ke India. Bulan lalu pabrik turbin Iran merayakan produksi blade-nya yang ke-80.000 unit! Kesimpulan saya: inilah negara Islam pertama yang mampu membuat turbin dan keseluruhan pembangkit listriknya.

Saya dan rombongan PLN diberi kesempatan meninjau semua proses produksinya. Mulai A hingga Z. Termasuk memasuki laboratorium metalurginya. Dengan kemampuannya itu, untuk urusan listrik, Iran bisa mandiri. Bahkan, untuk pemeliharaan pembangkit-pembangkit listrik yang lama, Iran tidak bergantung lagi kepada pabrik asalnya. Mesin-mesin Siemens lama dari Jerman atau GE dari USA bisa dirawat sendiri. Iran sudah bisa memproduksi suku cadang untuk semua mesin pembangkit Siemens dan GE. Bahkan, mereka sudah dipercaya Siemens untuk memasok ke negara lain. ’

’Anak perusahaan kami sanggup memelihara pembangkit- pembangkit listrik PLN dengan menggunakan suku cadang dari sini,’’ kata manajer di situ. Pabrik tersebut memiliki 32 anak perusahaan, masing-masing menangani bidang yang berbeda di sektor listrik. Termasuk ada anak perusahaan yang khusus bergerak di bidang pemeliharaan dan operasi pembangkitan. Bisnis kelihatannya tetap bisnis. Saya tidak habis pikir bagaimana Iran tetap bisa mendapatkan alat-alat produksi turbin berupa mesin-mesin dasar kelas satu buatan Eropa: Italia, Jerman, Swiss, dan seterusnya.

Saya juga tidak habis pikir bagaimana pabrik pembuatan turbin itu bisa mendapatkan lisensi dari Siemens. Rupanya, meski membenci Amerika dan sekutunya, Iran tidak sampai membenci produk- produknya. Iran membenci Amerika hanya karena Amerika membantu Israel. Itu jauh dari bayangan saya sebelum datang ke Iran. Saya pikir Iran membenci apa pun yang datang dari Amerika. Ternyata tidak. Bahkan, Coca-Cola dijual secara luas di Iran. Demikian juga, Pepsi dan Miranda. Belum lagi Gucci, Prada, dan seterusnya. Intinya: dengan diembargo Amerika Serikat dan sekutunya, Iran hanya mengalami kesulitan pada tahun-tahun pertamanya. Kesulitan itu membuat Iran kepepet, bangkit, dan mandiri.

Kesulitan itu tidak sampai membuatnya miskin, apalagi bangkrut. Justru Iran dipaksa menguasai beberapa teknologi yang semula menjadi ketergantungannya. Banyaknya proyek yang sedang dikerjakan sekarang menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Iran terus berjalan. Mulai pengembangan bandara di manamana, pembangunan jalan laying, hingga ke industri dasar. Tidak ketinggalan pula industri mobil. Kegiatan ekonomi di Iran memang tidak gegap gempita seperti Tiongkok, tapi tetap terasa menggeliat. Pertumbuhan ekonominya sudah bisa direncanakan enam persen tahun ini. Mulai meningkat drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun pertama sanksi ekonomi diberlakukan. ’’Sebelum ada sanksi ekonomi, Iran hanya mampu memproduksi 300.000 mobil setahun. Sekarang ini Iran memproduksi 1,5 juta mobil setahun,’’ ujar seorang CEO perusahaan terkemuka di Iran.

Read Full Post »

Coca Cola Dalam Renungan 

[Sudah tepatkah keberadaan Anda sekarang?]

Ada 3 kaleng coca cola. Ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang
sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik,
mengangkut kaleng-kaleng
coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama diturunkan di sini. Kaleng dipajang di rak
bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp4.000.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana,
kaleng kedua
diturunkan.Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya
dingin dan dijual dengan harga Rp7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak
ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan
dikeluarkan jika ada pesanan dari
pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan
bersama dengan
gelas kristal berisi batu es.
Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka
kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan
sopan menyajikannya ke pelanggan.
Harganya Rp60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah:
Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang
berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar
dengan truk yang sama, dan bahkan
mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.
Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan
terbaik dari diri
Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.
Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri ]
Anda, maka Anda
akan menjadi kerdil.

(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang
berbeda = NILAI YANG BERBEDA. 

SUMBER TULISAN :http://www.mail-archive.com/
estika@yahoogroups.com/msg01621.html

Read Full Post »

ENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
 oleh Dr Lai Chiu-Nan
 Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian
 juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak
 memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat
 ini gratis juga.
 Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda
 berikan menjadi sehat.
 Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu
 tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu
 bisa berakhir dengan penyakit kanker. "Kanker sendiri tidak pernah
 muncul sebagai penyakit pertama" kata Dr Chiu-Nan.
 "Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di
 Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker
 biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.
 Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.
 Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu
 empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ( ' nek, busung)
 sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam
 kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal."
 Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang
 dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah.
 Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati,
 karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
 Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:
 1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah
 apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar,
 tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu.
 Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
 2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu
 sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan
 segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium
 sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10
 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen)
 dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum
 diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu
 empedu.
 Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam
 limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr
 Chiu-Nan.
 "Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu.
 Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu
 yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak
 semuanya keluar.
 Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.
 1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis...Kemaren
 aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga
 diskon per 100 gram 800-1000 (biasanya 1600)
 2. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.
 3. Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk
 mebuatnya.
 Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas, kulitnya aku
 buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan
 terkontaminasi sama pestisida... jadi aku buang kulitya, lalu aku
 potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas...jadi saat kita mau makan,
 apelnya masih seger dan dingin.
 4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat)
 5. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga
 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada, aku beli di sana karena
 dekat rumah.
 Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun, Jadi aduk
 yang rata...karena sebelumnya adukanku tidak rata...sehingga eneg,
 ..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk
 tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda...
 Pokoknya Subhanallah. .. 3 Dokter suruh aku Operasi... dengan
 treatment ini, keluar batunya.

 "Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang
 kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan
 orang lain, ia akan menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar".
 (Sayyid Qutb)

SUMBER TULISAN : http://www.mail-archive.com/estika@yahoogroups.com/msg01660.html

Read Full Post »

Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu kuncinya 
satu: memaafkan, sehingga kedamaian ada pada hidup kita, jaman dulu sdh biasa 
ortu bertindak seperti itu, banyak faktor, salah satunya kemiskinan dan 
pendidikan yg rendah.

Di Provinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut 
saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang 
pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang 
menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika 
memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya 
seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar 
dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk 
menganugerahi penghargaan negara yang tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah 
satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar 
biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 
Pemerintah China, di provinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara 
Nasional ke seluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) 
orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang
 Da. 

Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk 
melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan 
luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 
milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta 
manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia 
berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), 
dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa 
katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk 
China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak 
tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan 
sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, 
tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah 
ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggung jawab yang 
sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga 
dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah 
untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. 
Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit 
ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan 
hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah 
bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan 
memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian 
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang 
dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. 
Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam 
perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan 
buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput 
dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang 
masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah 
jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan 
beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari 
pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras 
dan obat-obatan untuk papanya.. Hidup seperti
 ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit. 

Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggung jawab untuk merawat papanya. Ia 
menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia 
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan 
dengan rasa tanggung jawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggung 
jawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. 

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk 
menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia 
mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang 
membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan 
injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk 
menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main 
dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun 
memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa 
memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang 
dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika 
kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah 
anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang 
ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik
 papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah 
trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam 
acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, 
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, 
sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa 
uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di 
mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada 
banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan 
juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa 
membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata 
lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu" Beberapa menit Zhang Da 
masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. 
Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, 
Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da
 bicara dengan suara yang keras dan penuh harap. 

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun 
tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta 
kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup 
untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia 
tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta 
sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat 
katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak 
mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama 
bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah 
dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan 
hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg 
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti 
ada jalan keluarnya... ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan 
menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. 

Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, 
sedang mengalami kekalahan... . bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan 
diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya. .

sumber tulisan : http://www.mail-archive.com/estika@yahoogroups.com/msg01700.html

Read Full Post »

Older Posts »